WarNet LegOS

27 04 2009

Pertanyaan yang sering diajukan untuk Warnet

Q: Sejumlah Warnet beralih ke Open Source utk menghindari pembajakan, bagaimana menurut Anda?
A: Kami melihat Open Source sebagai alternative pilihan yang memang tersedia di market. Pembajakan software dan ketersediaan Open Source menurut kami adalah dua hal yang berbeda dimana pembajakan sama sekali tidak menghargai hak cipta dan proses pengembangan suatu program dan bahkan Open Source pada akhirnya juga bahkan dibajak. Apapun model software tsb, pembajakan tetap merupakan issue yang harus kita hadapi. Pembajakan merupakan pencurian atau penggunaan software secara tidak sah dan pembajakan artinya juga tidak ada investasi yang didedikasikan utk R&D (pengembangan software), tidak ada pajak yg dibayarkan, tidak ada kontribusi pada perkembangan ekonomi negara. Pembajakan juga berarti penjualan software illegal secara tidak bertanggung jawab dan akan membunuh bisnis legal, menghancurkan ekonomi Negara dan menempatkan customer dalam resiko besar.

Q: Apa yang Microsoft lakukan untuk membantu usaha kecil seperti Warnet yang tidak mampu membeli software asli tetapi berkeinginan untuk mematuhi aturan hukum sesuai yang berlaku?
A: Pricing policy kami bersifat global dan sama di seluruh dunia dan untuk itu Microsoft tidak dapat menerapkan schema harga tertentu yang berbeda dengan yang berlaku di Negara-negara lainnya. Hanya kami mencoba menawarkan keuntungan tambahan dimana kami memberikan point reward, informasi lengkapnya ada di http://www.microsoft.com/indonesia/promo/warnet.aspx Selain itu kami juga memberikan Warnet Kits yang berisi sejumlah aplikasi gratis & juga games yang dapat dimanfaatkan oleh warnet. Kami juga memberikan program training untuk warnet: Shared Access Toolkits (yang dapat membantu warnet meminimalisasi resiko user yang mencoba-coba untuk mengakses data komputer, merubah konfigurasi/setting dll), Billing System Cybera (yang di bangun oleh komunitas Microsoft khusus untuk keperluan billing system warnet) dan Internet Café Connection Sharing (yang memandu bagaimana memanage/sharing jaringan/network dengan memakai Windows XP Connection Sharing). Microsoft bersama team ICTWatch dan Microsoft User Group Indonesia (MUGI) didukung sejumlah partner melakukan kegiatan roadshows ke-7 kota : Yogyakarta-16 Juni, Semarang-7 Juli, Jakarta-4 Agustus, Bandung 9 Agustus, Surabaya-11 Agustus, Bali-16 Agustus & Medan-23 Agustus. Terhitung sejak roadshows ke-3 di Jakarta , Microsoft memutuskan utk menyertakan kegiatan training yang secara khusus dipandu oleh team MUGI (Microsoft User Group Indonesia) sekaligus membagikan Warnet Kits bagi semua warnet yang hadir. Khusus utk Yogyakarta & Semarang , melalui koordinasi dengan warnet di ke-dua daerah tsb, Microsoft sdh mengirimkan warnet kits dan merencanakan utk mengadakan training yang sama. Dengan demikian di harapkan semua warnet mendapatkan Warnet Kits & Training yg merata di seluruh daerah yg dikunjungi. Hal tsb dilakukan dengan harapan supaya kami dapat membantu Warnet dan dapat memberikan keuntungan tambahan bagi warnet dalam hal pengaturan software dengan cara yang lebih baik & efisien, memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti ketiga aplikasi yang memang dibuat untuk warnet dan bisa diberikan secara gratis sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan.

Q: Apa itu EULA?
A: Pada saat customer membeli software, pada dasarnya yang diberikan adalah hak untuk memakai (user rights), customer tidak memiliki software dalam arti hak ciptanya (intellectual property) karena hak cipta tsb melekat dan dimiliki oleh developer/pencipta software tsb. Hak untuk menggunakan software secara jelas dicantumkan dalam EULA (End User License Agreement), dimana khususnya untuk pembelian produk OEM yang dibundling dengan komputer, maka diwajibkan bagi reseller tersebut untuk menerangkan isi EULA tersebut dan program hanya diperbolehkan diinstal jika customer telah menyatakan kesepakatan terhadap isi EULA tsb. Di system lisensi lain, end user akan diminta untuk menyatakan menerima isi EULA sebelum instalasi program dijalankan. Dalam EULA dijelaskan hak pengguna (user rights) dan hal-hal apa yang diperbolehkan/dilarang dalam penggunaan software seperti apakah boleh di sewakan/direntalkan, apakah boleh lisensinya ditransfer dsb.

Q: Microsoft EULA tidak mengijinkan/membolehkan komputer untuk disewakan dan hal ini menyebabkan masalah yang serius bagi pemilik warnet yang justru core businesnya adalah menyewakan, bagaimana Microsoft menanggapinya?
A: Kami (Microsoft Indonesia) sudah berhasil meyakinkan pihak Microsoft Corporation untuk memberikan kebijakan baru yang memperbolehkan software Microsoft untuk disewakan, maka kemudian keluarlah kebijakan baru yaitu Microsoft Software Rental Agreement yang diberikan sbg response bagi warnet utk dapat memiliki hak menyewakan secara legal dan itu memenuhi aspek legalitas jika misalnya suatu hari aspek tsb yang dipermasalahkan. Microsoft Software Rental Agreement tsb bisa didapatkan melalui reseller tempat dimana Anda membeli software dan juga bisa di download di website http://www.microsoft.com/indonesia/license/programs/sra

Q: Apakah sulit untuk mendapatkan rental agreement tsb?
A: Rental agreement kami berikan bagi warnet yg menggunakan software asli dan kami tidak mengenakan biaya apapun dalam proses pengurusan approval-nya. Sekedar informasi bahwa untuk mendapatkan persetujuan pihak Microsoft dan untuk itu warnet sebetulnya harus mengirimkan dokumen yang diperlukan ke Singapore, tetapi untuk mempermudah proses approval tsb kami sdh menunjuk satu vendor khusus utk mengurus proses approval rental agreement tsb utk membantu rekan-rekan warnet termsk proses pengiriman dokumen dll sehingga warnet hanya perlu mengirimkan dokumen tsb ke pihak Magenta (vendor yang membantu pengurusan rental agreement) dan tidak ada biaya apapun yang kami kenakan. Semua biaya ditanggung oleh Microsoft Indonesia.

Q: Apakah warnet harus membayar sewa/royalty kepada Microsoft Indonesia ?
A: Meskipun namanya RENTAL AGREEMENT tetapi kami sama sekali tdk mewajibkan Warnet utk membayar biaya rental/sewa/royalty kepada kami (Microsoft Indonesia ); pengertian rental agreement tsb dimaksudkan sebagai pemberian hak menyewakan (rental rights) kepada warnet bukan perjanjian yang mengatur pembayaran sewa/royalty kepada Microsoft Indonesia . Informasi detail ada di http://www.microsoft.com/indonesia/license/

Q: Apakah warnet diwajibkan untuk menanda tangani rental agreement tsb?
A: Tidak ada paksaan bagi warnet utk memiliki/menanda tangani Rental agreement tsb, kami hanya menyediakan solusi/response atas dibutuhkannya rental agreement bagi pemenuhan aspek legalitas yaitu hak untuk menyewakan yang justru menjadi core business warnet. Rental agreement tsb sdh ada dan kami berikan, bahkan kami Bantu untuk proses pengurusannya.

Q: Rental agreement tsb berlaku hanya satu tahun dan harus direnew setiap tahun?
A: kenapa hanya satu tahun? Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam satu tahun tsb kemungkinan besar terjadi perkembangan bisnis sehingga pada saat lakukan renewal bisa sekaligus lakukan revisi agreement yg sebelumnya sdh ditanda tangani.

Q: Bagaimana jika dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ada penambahan jumlah PC dan lisensi yg digunakan warnet?
A: Anda diperbolehkan untuk merevisi agreement sebelumnya, caranya sangat sederhana dimana warnet mengirimkan copy rental agreement yang sebelumnya sudah disetujui dan merevisi halaman 15 (list software yang dimiliki) dan mengirimkan dokumen tsb kembali ke Magenta. Saat ini kami sedang mengupayakan system yang paling mudah dan akan menginformasikannya melalui berbagai media.

Q: Jaminan-nya apa akan tetap continue?
A: Microsoft Corp mempunyai satu team khusus yang menangani masalah Internet Café atau yg biasa kita kenal sebagai warnet di Indonesia, hal ini menunjukkan keseriusan Microsoft dalam memastikan Warnet dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan warnet dapat secara proper ditangani.

Q: Apakah di Negara lain ada MSRA?
A: Perlu kami informasikan bahwa pilot project utk rental agreement saat ini baru di implementasikan di 3 negara: Malaysia , Indonesia & Korea , kenapa? Karena pihak Microsoft Corp baru dapat mengidentifikasi permintaan & kebutuhan rental agreement bagi Internet café (atau Warnet) di ke-3 negara tsb. Dan mungkin hal ini nantinya akan menjadi model yg juga diimplementasikan di negara2 lainnya.

Q: Apakah ada jaminan setelah menanda tangani Rental Agreement, warnet bebas sweeping?
A: Struktur dan mekanisme penegakan hukum merupakan otoritas pihak yang berwenang dan tidak ada siapapun di Indonesia yg bisa memberikan jaminan seperti itu. Dan kami tidak berhak berbicara atas nama pihak yang berwenang karena hal itu diluar autoritas kami, yang kami lakukan dan sepenuhnya menjadi kewajiban kami adalah sosialisasi dan edukasi, sementara penegakan hukum bukan area kami.

Q: Dimana kami dapat membeli software ASLI?
A: Anda bisa membeli dari authorized reseller Microsoft, informasinya bisa didapatkan juga di http://www.microsoft.com/indonesia/local_partners/asli atau http://www.microsoft.com/indonesia/local_partners/mcp

Q: Apakah bisa membeli software secara bertahap?
A: Partner kami di sejumlah wilayah memiliki program pembelian secara bertahap, kami dapat membantu memberikan referensi partner yang dapat membantu Anda jika diperlukan.

Q: Dalam proses pembelian bertahap tsb, apakah jika kami memiliki 30 komputer dan baru 20 komputer yang berlisensi, maka sisanya boleh menggunakan software bajakan?
A: Dari perspektif legalitas, hal itu tidak diperbolehkan. Sebagai alternatif, bapak bisa menggunakan opertaing system lain sementara menunggu sisa komputer Anda berlisensi.

Q: Apakah warnet bisa mendapatkan rental agreement selama proses pembelian secara bertahap?
A: Rental agreement sudah diperbolehkan untuk mulai diajukan pengurusannya dengan catatan hanya untuk sejumlah lisensi yang dimiliki, bukan untuk jumlah keseluruhan. Selama menunggu proses approval rental agreement tsb, maka Anda akan diberikan kartu verifikasi yang membuktikan Anda dalam tahap pengurusan agreement

Q: Apakah diperlukan dokumen lain untuk pengurusan rental agreement tsb?
A: Ya, Anda akan diminta untuk menyertakan foto copy KTP, copy COA dan bukti pembelian dari reseller. Selanjutnya kirimkan dokumen tsb ke Magenta. Informasi lengkapnya ada di http://www.microsoft.com/indonesia/license/programs/sra

Q: Apa itu COA atau Certificate of Authenticity label?
A: COA label merupakan lisensi software OEM sekaligus untuk membantu Anda mengidentifikasi keaslian software yang Anda miliki. Setiap COA memiliki fitur yang diperlukan dalam verifikasi keaslian software dan selalu dijual dalam satu paket: CD hologram, dokumen & EULA. COA tidak pernah dijual secara satuan. Untuk preinstalled Microsoft® Windows® operating systems, COA label harus ditempel di kasing komputer/dibagian komputer yang gampang terlihat. Tetapi terkadang pemilik warnet memilih untuk menyimpan COA tersebut di tempat yang aman karena beberapa alasan: COA takut dicuri, COA takut dicoret-coret, COA takut dicabut, warnet merupakan tempat yang terbuka untuk publik dan alasan keamanan lain yang sangat tidak memungkinkan pemilik warnet untuk memasang COA tsb di komputer yang ada. Microsoft tetap merekomendasikan ditempelkannya COA tsb ditempat yang disarankan. Informasi lengkap mengenai COA bisa didapatkan di http://oem.microsoft.com/coa

Q: Apakah akan ada proses penegakan hukum terhadap Warnet yang menggunakan software bajakan?
A: Ada perbedaan mendasar antara hukum perdata dan pidana Intellectual property (IP) merupakan jantung dari setiap perusahaan software dan banyak perusahaan diantaranya menggunakan hukum perdata untuk melindungi Intellectual property (IP) mereka. Sebagian besar perusahaan termasuk Microsoft lebih mengedepankan pendekatan yang sifatnya edukatif terlebih dahulu and hanya akan mengambil tindakan yang sifatnya pidana jika situasinya sangat serius dan ditemukan bukti kuat bahwa pelaku pembajakan menolak melakukan proses legalisasi. Dalam banyak contoh, tujuan Microsoft semata-mata adalah untuk melindungi partner dan customer yang jujur. Untuk proses pemidanaan, merupakan wewenang pihak yang penegak hukum atau dalam hal ini polisi dan pihak ketiga termasuk Microsoft tidak memiliki otoritas apapun berkaitan dengan soal penegak hukum tsb. Jika warnet menggunakan software bajakan, maka resiko dikenakan pasal pelanggaran UU Hak Cipta oleh pihak berwenang peluangnya sangat besar terutama perkembangan terkahir dimana pihak yang berwenang melakukan proses penegakan hukum secara lebih konsisten.

Q: Jika Microsoft tidak melakukan penegakan hukum terhadap warnet yang menggunakan software bajakan, lalu apakah BSA bisa?
A: Polisi memiliki otoritas penuh atas nama hukum untuk melakukan tindakan pidana. BSA merupakan organisasi non-profit yang menjadi perwakilan perusahaan software (local & internasional). BSA tidak memiliki otoritas untuk melakukan penegakan hukum, tetapi walaupun demikian BSA mungkin dapat mengajukan gugatan perdata mewakili semua anggotanya terhadap perusahaan yang memang terbukti menggunakan software bajakan dalam kegiatan operasional perusahaan-nya.

Q: Apakah memungkinkan jika Microsoft/BSA mengirimkan surat peringatan kepada warnet yang menggunakan software bajakan?
A: Fokus Microsoft adalah membantu warnet dalam proses compliant atau menjadi legal dalam arti menggunakan software yang asli. Dan Microsoft akan mendorong warnet-warnet yang masih menggunakan software bajakan untuk segera melakukan proses legalisasi. Microsoft sudah mengirimkan surat edukasi kepada sejumlah warnet, sementara BSA lebih memfokuskan diri dalam program penghapusan pembajakan di kalangan perusahaan-perusahaan besar (corporate) dan warnet bukan fokus BSA.

Q: Apakah Microsoft akan memberikan bantuan hukum kepada warnet yang menggunakan software asli jika misalnya terjadi sweeping terhadap Warnet tsb?
A: Bantuan hukum disini diartikan sebagai bantuan untuk memberikan surat keterangan bahwa benar warnet tsb merupakan customer legal Microsoft dan jika dibutuhkan surat pendukung untuk kelengkapan dokumen yang dibutuhkan berkaitan dengan legalitas software yang digunakan dan sejauh data kepemilikan kepemilikan software dicantumkan dalam rental agreement yang telah disetujui. Sementara untuk pendampingan (dalam hal pengacara yang dibutuhkan) adalah kewajiban masing-masing individu, karena Microsoft bukan lembaga bantuan hukum yang dapat memberikan bantuan pendampingan bagi warnet yang membutuhkan pengacara atau sejenisnya.

Sumber

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: